Bagikan :
Email
Line
Pinterest

PT. Swakarya Insan Mandiri, recruitment, outsourcing, tes psikologi, frontliner, head hunter, outsource, hrm, sourcing, alih daya, training centre, on the job training, outsourcing service, perusahaan outsourcing, tenaga kerja outsourcing, perusahaan outsourcing di jakarta

Jangan Melontarkan Jawaban Seperti Ini Saat Wawancara Kerja!


TIPS N’ TRICK

 

Berkali-kali mendapat panggilan wawancara kerja, tapi kok berkali-kali juga tidak memberikan hasil. Kalau kata orang daerah Banyumas sih, ”Gagal maning, gagal maning”. Kalau itu yang kamu alami, coba ingat-ingat jawaban yang sering kamu keluarkan ketika menjawab pertanyaan pewawancara. Bisa jadi di sanalah letak permasalahannya.

Kalau kamu sering dipanggil untuk melakukan wawancara kerja, pasti sudah hafal dengan pertanyaan yang cenderung sama atau standard. Namun, meski sudah hafal dengan pertanyaan yang diajukan, tapi kok masih belum bisa lolos juga? Pasti ada yang salah dong kalau seperti itu, iya ‘kan?

Boleh jadi kamu memberikan jawaban yang salah dari tiap pertanyaan standard tadi. Bisa jadi karena spontanitas saat menjawab. Bisa juga karena terlalu jujur alias polos ketika memberikan jawaban.

Nah, biar kamu enggak mengalami “Gagal maning, gagal maning”, berikut ada 4 (empat) pertanyaan standard yang jawabannya ternyata sering salah. Terapkan hal berikut ini, maka kemungkinan kamu untuk diterima kerja akan lebih besar.

 

1. Kenapa Anda mau bekerja di sini?

Jangan pernah memberikan jawaban yang seolah memuji perusahaan. Seperti “Karena ini merupakan perusahaan besar” atau “Saya mendengar gaji di sini sangat besar”. Apalagi jika kamu menjawab “Karena kantornya dekat rumah”. Itu semua adalah contoh jawaban yang terlarang untuk diucapkan.

Hindari unsur-unsur yang bersifat pribadi ketika menjawab pertanyaan tersebut. Lebih baik fokus pada reputasi perusahaan tersebut. Nyatakan bahwa kemampuanmu bisa lebih berkembang jika diizinkan bergabung dengan perusahaan.  Sebutkan juga apa yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik. 

 

2. Apa yang menyebabkan Anda meninggalkan pekerjaan lama?

Jangan pernah menjawab dengan hal-hal yang bersifat negatif. Seperti “saya kesal dengan pimpinan saya” atau “saya merasa tugas yang diberikan tidak sepadan dengan gaji yang saya dapat”. Jawaban tersebut akan membuat pewawancara menilai Anda bukanlah tipe profesional sejati, tapi lebih kepada oportunis yang bisa dengan cepat pergi ketika mendapat kesempatan.

Daripada menjawab seperti itu, kenapa tidak menyatakan bahwa kamu butuh tantangan baru untuk mengembangkan kemampuan. Sebutkan juga bahwa arah dari perusahaan tersebut cocok dengan tujuan karier yang kamu inginkan. Menunjukkan ada sinergi yang sama antara perusahaan dengan dirimu akan membuka peluang diterima bekerja di tempat tersebut.

 

3. Apakah jenis pekerjaaan impian Anda?

Meskipun pekerjaan impian kamu adalah menjadi seorang pilot pesawat komersil, jangan pernah memberikan jawaban tersebut saat diwawancara. Kecuali memang saat itu kamu memang tengah menjalani wawancara kerja di sebuah perusahaan penerbangan yang tengah membutuhkan pilot baru.

Menjawab pertanyaan tersebut dengan menyebut profesi yang berbeda dengan lowongan di perusahaan yang tengah mewawancaraimu adalah sebuah kesalahan. Untuk tidak terlalu terlihat mencolok, sebutkan saja bahwa pekerjaan yang tengah kamu lamar ini sesuai dengan minat dan passion kamu.

 

Baca juga:

Passion, Modal Tak Disangka Dalam Mencari Kerja

 

4. Apa kelemahan terbesar Anda?

Setiap orang pasti akan memiliki kelemahan. Bahkan sebuah kelebihan atau kekuatan juga bisa menjadi kelemahan jika tidak bisa dikendalikan. Akan lebih baik jika menyebut kelemahan-kelemahan kecil yang tidak akan mengganggu kemampuan yang tengah dibutuhkan perusahaan tersebut. Jelaskan juga bagaimana kamu akan mengatasi kelemahan tersebut sehingga tidak berpengaruh terhadap kinerja nantinya.

Jadi, jangan pernah menjawab pertanyaan tersebut dengan kalimat “saya tidak mempunyai kelemahan”, “saya seorang workaholic”, atau “saya merupakan sosok yang perfeksionis”. Hal itu hanya akan membuat Anda langsung dicoret dari daftar calon karyawan.

 

Tidak salah jika kamu selalu ingin menjawab setiap pertanyaan dengan jujur. Namun, akan lebih baik jika menjawab secara bijak. Setiap perusahaan pasti menginginkan calon karyawan yang terbaik, so, berikanlah kesan yang menarik dengan memberikan jawaban-jawaban yang berkualitas dan tidak berlebihan.

 

Baca Juga:

Cara Mengatasi Gugup Saat Menghadapi Wawancara Kerja

 

Tahapan membuat CV yang baik dan menarik untuk memikat HRD dan mendapat pekerjaan dengan cepat